TIPS MEMBUAT PAKAN IKAN LELE

Harga makanan lele yang sangat tinggi membuat para penemu inovatif di bidang perikanan dan peternak lele itu sendiri untuk menjadi kreatif dan mencari alternatif sebagai pengganti agar biaya budidadaya tetap terjangkau oleh kocek dan tidak mengalami kerugian hanya gara-gara harus mengalokasikan semua modal finansial ke pembelian makanan ternak yang melambung tinggi, terutama bagi peternak kecil. Apalagi biaya budidaya pemeliharaan dan beternak sudah cukup mahal. Maka untuk meminimalisasi biaya pemberian makanan lele yang membengkak, peternak lele bisa menyiasatinya dengan membuat sendiri bahan pakan lele tersebut.

Lele sebagai ternak memiliki prospek sebagai bisnis perikanan yang cukup bagus, terutama sebagai bahan untuk industri makanan dan minuman. Apalagi perkembangan bisnis masakan dari bahan utama lele sedang menjadi salah satu primadona dengan menjamurnya usaha restoran khas Jawa berupa hidangan penyet-penyetan (lele penyet) selain pecel lele (lele goreng) yang sudah tersohor sejak dahulu.


A. Memakai Bekicot

Dari semua bahan alamiah yang dapat dipakai untuk mengolah makanan lele, bekicot (Achatina fulica), menjadi salah satu bahan favorit peternak karena relatif mudah didapatkan—bahkan walaupun di kota besar sekalipun—dan harganya pun murah. Bekicot (baik itu keong racun maupun keong sawah, karena sama-sama bergizi dan bahkan juga sama baiknya dengan keong mas) sebagai pakan lele bisa diolah dengan berbagai cara. Namun pertama-tama, sebelum melakukan salah satu dari beberapa alternatif cara membuat bekicot sebagai makanan lele, bekicot dikeluarkan dulu dari cangkangnya, kemudian dagingnya dipotong-potong kecil (sebisa mungkin sampai halus).

B. Tiga Alternatif

1. Alternatif racikan bekicot pertama sebagai pakan lele, daging bekicot yang sudah dipotong kecil-kecil langsung dimasukkan begitu saja tanpa diolah lagi dengan campuran lain ke dalam kolam budidaya lele. Hanya saja, ini sekadar memenuhi kebutuhan protein hewani dan mengesampingkan kebutuhan protein nabati dan karbohidratnya.

2. Alternatif racikan bekicot kedua, bekicot sebanyak 50%, dedak (bekatul) halus sebanyak 15%, menir atau jagung giling sebanyak 15%, dan ampas tahu sebanyak 20%. Bekicot sebagai sumber protein (hewani), dedak halus sebagai sumber karbohidrat, sama seperti halnya menir jagung yang juga sebagai sumber karbohidrat.

3. Alternatif racikan bekicot ketiga, dengan perbandingan bekicot sebesar 30%, tepung kedelai sebesar 20%, dedak halus sebesar 50%. Sama seperti bekicot, tepung kedelai di sini berfungsi sebagai sumber protein, tapi yang nabati.

Kedua komposisi terakhir ini memiliki cara pembuatan sama, yaitu semua bahan dicampur menjadi satu, lantas dituangi air panas secukupnya. Setelah itu, aduk sampai merata dan halus. Lempar ke kolam dalam keadaan basah bila pakan olahan ini langsung diberikan hari itu juga (karena hanya tahan satu hari).

Sementara untuk pengawetan (secara alami) bila berencana untuk membuat banyak dalam satu waktu dan memberikannya di lain hari, tinggal diberi garam secukupnya. Namun karena menggunakan garam sebagai pengawet alami, ketahanannya tidaklah terlalu lama, sehingga tetap harus secepatnya digunakan lagi. Pengawetan dengan metode ini jelas-jelas tidak berbahaya (tidak beracun), baik untuk lele maupun untuk manusia yang pada nantinya menyantap daging ikan lele tersebut.

C. Keuntungan Pakan Organik Bekicot

Di samping itu, menurut testimoni dari berbagai pihak, lele yang diberi makanan organik racikan sendiri rasanya lebih gurih. Selain biaya budidaya lele bisa ditekan daripada saat memakai pelet untuk pakan, kesehatan manusia pun bisa terjamin. Peternak lele harus memerhatikan metode pemberian makan agar jangan sampai terlalu berlebihan, karena lele dikenal rakus dan bahkan bisa mati karena kelebihan makan. Periksa berat lele satu kali dalam sepekan.

Demikian Info Dari kami,Semoga Bermanfaat bagi Anda.

  Terima kasih                  Bom-Bom-Car     ( ^.^ )

Leave a Reply